Sejarah perayaaan maulid
Siapa Orang Pertama Yang Mengadakan Maulid Nabi -shollallahu alaihi wa sallam- Dalam Sejarah Islam?
Para Ulama yang mengingkari perayaan bid’ah ini telah sepakat, demikian
juga dengan orang-orang yang mendukung acara bid’ah ini bahwa Nabi
-shollallahu alaihi wa sallam- tidak pernah merayakan maulidnya dan juga
tidak pernah menganjurkan atau memerintahkan hal ini. Para sahabat
beliau, para tabi’in dan tabi’ut tabi’in yang merupakan orang-orang
terbaik umat ini serta yang paling bersemangat mengikuti Sunnah Nabi
-shollallahu alaihi wa sallam- mereka semuanya tidak pernah merayakan
maulid.
Tiga generasi umat Islam yang telah di rekomendasi oleh
Nabi -shollallahu alaihi wa sallam- berlalu dan tidak di temui pada
saat-saat itu perayaan-perayaan maulid ini. Tapi ketika Daulah
Fatimiyyah di Mesir berdiri pada akhir abad keempat muncullah perayaan
atau peringatan maulid Nabi -shollallahu alaihi wa sallam- yang pertama
dalam sejarah Islam,[2] sebagaimana hal ini dikatakan oleh al-Migrizii
[3] dalam kitabnya “Al-Mawa’idz wal i’tibar bidzikri al-Khuthoth wal
Aatsar” : Dahulu para Kholifah/penguasa Fatimiyyin selalu mengadakan
perayaan-perayaan setiap tahunnya, diantaranya adalah perayaan tahun
baru, Asy-Syura, Maulid Nabi -shollallahu alaihi wa sallam-, Maulid Ali
bin Abi Thalib a, Maulid Hasan dan Husein, Maulid Fatimah dll.
(Al-Khuthoth 1/490)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar